Jumat, 05 Maret 2010

MENJAGA KESEGARAN SAYURAN

Bagaimana cara menjaga kesegaran sayuran ? barangkali kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan gampang, “Membungkusnya dengan plastic lalu memasukkannya kedalam kulkas”. Paling tidak itu yang sering kita lakukan. Cara ini sangat praktis, murah, dan mudah di ingat. Hasilnya pun tidak mengecewakan, sayuran dapt bertahan sampai dua atau tiga hari. Sayuran yang berupa buah dapat dijaga kesegarannya sampai satu minggu. Cara ini juga cukup aman dari masalah penurunan kandungan dari beberapa gizinya. Pada beberapa jenis sayuran, kandungan vitamin dan mineralnya utuh karena tidak terurai. Beberapa jenis enzim tidak aktiv, sehingga perubahan-perubahan enzimatisnya praktis terhenti.

Kelemahan cara ini adalah sayuran menjadi layu, bahkan tidak jarang menjadi kering. Bila dimasak, kesegaran khas sayurannya tidak dapat dinikmati lagi. Mengapa? Suhu rendah sangat efektif untuk menjaga sayuran tampak segar dengan perubahan kandungan vitamin dan mineral yang relative kecil. Tetapi pada suhu demikian cairan, termasuk cairan-cairan didalam sel sayuran, akan membeku. Akibatnya, sel-sel sayuran kehilangan cairan sehingga menjaadi layu.

Sayuran-sayuran yang helaian daunnya tipis sebaiknya tidak disimpan didalm kulkas agar tidak menjadi layu atau kering. Ada cara lain yang juga mudah, efektif, dan jauh lebih murah, yaitu dengan menempatkan bagian pangkal sayuran kedalam air. Dengan cara ini metabolisme sayuran masih terus berlangsung sehingga kesegarannya masih dapat dipertahankan lebih lama. Metabolism dapat dihambat sekaligus penguapan dapat diperkecil dengan membungkus bagian daunnya dengan plastic. Plastik yang digunakan sebaiknya bewarna hitam (plastik kresek) atau tidak tembus cahaya agar fotosintesis sayuran-sayuran terhambat.

Kelemaahan cara ini adalah warna hijaunya cepat pudar. Meskipun bagian daunnya telah dibungkus, proses fotosintesis tidak dapat dihentikan sama sekali sehingga penguraian klorofil tidak dapat dihindarkan. Walaupun demikian, cara ini dapat menjaga kesegaran sayur beserta warna hijaunya selama dua atau tiga hari atau sebanding dengan jangka waktu simpan kulkas yang notabene mengakibatkan penurunan kesegaran sayuran. Sayur-sayuran yang tidak bewarna hijau seperti kubis, bunga kol, dan beberapa jenis sawi dapat disimpan lebih lama, bahkan sampai satu minggu tanpa perbedaan kesegaran yang berarti.

Pendahuluan


Kata pangan merupakan sesuatu yang tidak asing lagi di telinga kita. Berbicara tentang pangan tidak akan ada habisnya. Sebagai kebutuhan utama manusia, pangan menentukan kelangsungan dan mutu hidup manusia. Namun karena dianggap sesuatu yang biasa sehingga sering kali pengetahuan tentang pangan diabaikan begitu saja. Sehingga banyak sebagian besar masyarakat khususnya masyarakat awam yang kurang mengetahui arti pentingnya pangan.

Masalah pangan selalu lebih mendesak, apalagi bila ditambah masalah yang baru yaitu cepatnya laju pertumbuhan penduduk. Dalam menghadapi masalah pangan, perlu adanya suatu system pangan yang mantap. Secara garis besar, system pangan dapat dibagi menjadi tiga sub system yaitu sub system produksi, subsistem pengadaan, dan subsistem konsumsi.

Banyak aspek yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan produk pangan yang bermutu baik dalam arti aspek sensori (warna, aroma, rasa dan tekstur) dapat diterima, memenuhi aspek nutrisi yang dibutuhkan dan aman (tidak menyebabkan penyakit) pada konsumen yang mengkonsumsinya. Aspek-aspek yang berpengaruh pada mutu makanan tersebut adalah aspek pengolahan pangan, yang mempertimbangkan kondisi kimia, fisik, sensorik, dan mikrobiologis pangan tersebut. Artikel dalam blog ini ditulis dengan tujuan sebagai media pembelajaran dan informasi di bidang pangan dan gizi khususnya bagi penulis sendiri maupun orang lain yang membacanya. Semoga bermanfaat